Beranda Cerpen Informasi Soal Online Kelas VI Soal Online Kelas V Soal Online Kelas IV Soal PH Soal PTS Soal PAS Soal Matematika Soal Literasi Soal Numerasi Soal US Artikel Perangkat KBM Materi Kelas VI Materi Kelas V Materi Kelas IV Motivasi Solusi Profile Contact

Jumat, 05 Juli 2024

Si Cerdas Yang Malas


Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang anak bernama Danan. Danan adalah anak laki-laki berusia 15 tahun dengan potensi luar biasa Ia bisa memahami pelajaran dengan cepat, sering mendapatkan nilai tinggi tanpa harus berusaha keras, dan selalu memiliki jawaban yang brilian untuk setiap pertanyaan. Namun, ada satu masalah: Danan sangat malas.

Danan adalah anak yang sangat pemalas. Dia tidak suka belajar, mengerjakan tugas, atau melakukan aktivitas fisik apa pun. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain video game, menonton TV, atau tidur. Ibunya sering khawatir melihat kebiasaannya itu, tetapi Danan selalu menjawab dengan santai, "Nanti juga selesai, Bu."

Suatu hari, sekolah Danan mengumumkan akan mengadakan kompetisi sains antar kelas. Hadiah untuk pemenangnya adalah sebuah komputer baru, sesuatu yang sangat diinginkan oleh Danan. Semua teman sekelasnya mulai belajar keras, tetapi Danan tetap tenang dan memilih untuk menunda-nunda belajar. "Aku kan sudah pintar," pikirnya. "Belajar sedikit saja pasti cukup."

Hari kompetisi pun tiba. Ketika giliran Danan untuk mempresentasikan hasil eksperimennya, dia tampil dengan percaya diri. Namun, saat ditanya lebih dalam oleh para juri, Danan tidak bisa menjawab dengan baik. Dia tidak punya cukup informasi karena malas untuk melakukan penelitian lebih mendalam. Sementara teman-temannya yang rajin belajar berhasil menjawab pertanyaan juri dengan sempurna.

Danan merasa malu. Teman-temannya yang dulu selalu meminta bantuannya kini melampaui dia. Hadiah komputer baru pun jatuh ke tangan Budi, teman sekelas yang rajin belajar dan melakukan penelitian dengan sungguh-sungguh.

Malam itu, Danan merenung di kamarnya. Ia menyadari bahwa kecerdasannya tidak akan berarti banyak jika tidak diimbangi dengan usaha. “Pintar saja tidak cukup kalau aku malas,” gumamnya.

Keesokan harinya, Danan bangun lebih awal. Dia mulai menyusun jadwal belajar, menyelesaikan tugas tepat waktu, dan mencari informasi lebih banyak tentang hal-hal yang ia pelajari. Tidak ada lagi penundaan, tidak ada lagi kemalasan. Dalam beberapa bulan, guru-gurunya melihat perubahan besar pada Danan. Nilai-nilainya semakin baik, dan dia mulai berpartisipasi aktif dalam setiap pelajaran.

Danan masih cerdas, tetapi kini dia juga rajin. Dia belajar bahwa kejeniusan yang terlelap hanya akan menjadi potensi yang sia-sia. Dengan usaha dan kedisiplinan, Danan menemukan bahwa ia bisa mencapai lebih banyak hal daripada yang pernah ia bayangkan.

Dan saat kompetisi sains berikutnya datang, Danan siap. Kali ini, ia tidak hanya mengandalkan kepintarannya, tetapi juga kerja kerasnya. Dan tentu saja, dia memenangkan hadiah utama.

Sahabat liang sudah memahi isi cerita fiksi tersebut? Sekarang coba ungkapkan pesan moral yang terkandung pada cerita itu ya!
Tuliskan pendapatnya pada kolom komentar ya sahabat solusi!

Temukan cerita fiksi insfirasi lainnya disini!

0 comments:

Posting Komentar